Rabu, 05 Januari 2011

ALGAE

ALGA ATAU ALGAE
Alga atau ganggang merupakan tumbuhan thallus (thallophyta) yang memiliki kloropil, sehingga dapat berfotosintesisdan bersifat ototrof. Tumbuhan ini banyak ditemukan diperairan dan tempat-tempat lembab, bahkan ada yang besimbiosis dengan tumbuhan lain. Tubuhnya ada yang bersel satu, membentuk koloni, dan bersel banyak dengan kandungan figmen (zat warna) dan zat makanan cadangan yang berbeda-beda.
Banyak alga bersel satu yang merupakan fitoplankton dan beberapa yang memiliki sifat seperti hewan zooplankton.
Alga atau Algae adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memilki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga tidak memiki batang, akar, dan daun, tubuhnya hanya berupa tallus. Alga pernah disebut dengan ganggang namun sekarang tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan kekacauan arti dengan sejumlah tumbuhan yang hidup di air lainya seperti hydrilla. Dalam taksonomi yang banyak didukung para pakar biologi, alga tidak lagi dimasukkan dalam satu kelompok divisi atau kelas tersendiri, namun dipisah-pisahkan sesuai dengan fakta-fakta yang bermunculan saat ini. Dengan demikian alga bukanlah satu kelompok takson tersendiri. Alga termasuk kedalam Kingdom Protista kecuali Alga hijau-biru yang termasuk kedalam Kingdom Monera.
 Ciri-ciri dan sifat alga

• Tidak memiliki batang, akar, dan daun. Tubuh tersebut disebut dengan talus.
• Bentuk talus beraneka ragam. Organisme unuseluler bentuk talusnya seperti bola, batang, kotak dan kumparan. Organisme multiseluler bentuk talusnya benang(filamen), lembarang, seperti daun dan dad yang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi.
• Memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof
• Pigmen lain yang dimiliki selain klorofil yaitu fikoeritrin, xantofil, dan karotin
• Bersifat eukariotik
• Reproduksi secara vegetatif dengan pembelahan sel, fragmentasi, pembentukan spora(zoospora dan alpanospora) dan secara generatif dengan isonogami dan oogami
• Habitat di air tawar, air laut, dan tempat yang cukup basah

 Bentuk dan sifat alga

• Bentuk tubuh

Ada alga yan bersel satu (Chlorococcus), berkoloni (Volvox), dan bersel banyak serupa ;
- Benang ; Spirogyra, Oscillatoria, Vaucheria, dan sebagainya.
- Lembaran ; Ulva, Padina, Laminaria, dan sebagainya.
- Rerumputan ; Chara, Nitella, Sargassum, dan sebagainya.

• Komposisi sel
Semua alga mengandung kloropil, tetapi pigme yang dominan pada setiap kelas alga adalah bervariasi, seperti ; kloropil adalah pigmen utama pada Chlorophyceae, fikoeritrin (merah) adalah pigmen utama Rhodophyceae fikosantin (coklat kekuningan) adalah pigmen utama Phaeophyceae, dan pignen-pigmen lainnya.
Komposisi sel yang penting lainnya adalah kandungan zat makanan cadangannya. Beberapa alga yang mengandung zat tepung, bahan agar-agar, zat kersik (silikat), zat kapur, pectin, dan minyak laminarin.
Sdelain itu, ada golongan alga yang belum memiliki inti sejati atau tidak memiliki dinding nucleus didalam selnya; disebut sel prokariotik (pada Cyanophyceae), tetapi umumnya alga bersifat eukariotik.
Pada golongan alga Cyanophyceae banyak yang memiliki lapisan lendir sebagai pembungkus koloninya.

• Habitat
Alga hidup di dalam perairan laut, air tawar, dan banyak yang menghuni tempat-tempat yang lembab, serta melakukan simbiosis dengan tumbuhan lain. Anabaena azollae adalah jenis alga biru (Cyanophyceae) yang bersimbiosis dengan tumbuhan paku air jenis Azolla Pinnata, sehingga habitatnya pun mengikuti tumbuhan paku air tersebut.

 Kelompok-kelompok alga
Dalam pustaka-pustaka lama, alga selalu gagal diusahakan masuk dalam satu kelompok, baik yang bersel satu maupun yang bersel banyak. Salah satu contohnya adalah pemisahan alga bersel satu (misalnya Euglena ke dalam Protozoa) dari alga bersel banyak (ke dalam Thallophyta). Belakangan disadari sepenuhnya bahwa pengelompokan sebagai satu klad tidak memungkinkan bagi semua alga, bahkan setelah dipisahkan berdasarkan organisasi selnya, karena sebagian alga bersel satu lebih dekat berkerabat dengan alga bersel banyak tertentu.
Saat ini, alga hijau dimasukkan ke dalam kelompok (klad) yang lebih berdekatan dengan semua tumbuhan fotosintetik (membentuk klad Viridiplantae). Alga merah merupakan kelompok tersendiri (Rhodophycophyta atau Rhodophyceae); demikian juga alga pirang (Phaeophycophyta atau Phaeophyceae) dan alga keemasan (Chrysophyceae).
 Alga hijau (Chloropyta)
Ciri-ciri:
• Uniseluler. multiseluler berbentuk benang, lembaran dan koloni
• Bersifat eukariotik
• Klorofil bersifat dominan sehingga bewarna hijau, karenamengandung kloroplas (plastid berfigmen hijau) dengan butir-butir pirenoid di tengahnya.
• Klorofil dari pigmen lain terdapat kloroplas yang berbentuk spiral (Spirogyra), mangkuk, gelang, pita, jala (Hdydrodiction), bintang (Zygnema), ladam (Ulothix), dan butiran atau himpunan klorofil yang tidak teratur.
• Butiran-butiran pirenoid befungsi dalam fotosintesis untuk menghasilkan amilum (pati). Dalam pengamatan mikroskop, pireoid tampak sebagai butiran yang memantulkan cahaya yang berada di tengah-tengah kloroplas.
• Sel-sel alga hijau sudah bersifat eukarion atau memiliki dinding nucleus. Tubuhnya ada yang bersel satu (Chlorella), berkoloni (Volvox), dan bersel banyak membentuk benang (Spirogyra), berbentuk lembaran (Ulva) dan ada yang serupa rumput (Chara).
• Habitat di air tawar, air laut dan tempat basah
• Reproduksi secara seksual/generatif dengan isogami, anisogami, dan oogami. dan secara aseksual/vegetatif dengan zoospora dan alpanospora.
Perkembangbiakan
• Golongan alga hijau bersel satu tidak bergerak Pleurococcus/Chlorococcus berkembang biak secara vegetative dengan cara membelah diri, sedangkan pada Chlorella dengan membentuk spora yang kemudian tumbuh menjadi sel alga baru. Beberapa alga hijau bersel satu yang dapat bergerak bebas dapat melakukan perkawinan dengan konjuasi membentuk zigospora, sedangkan perkembangbiakan vegetatifnya dengan membentuk zoospore, misalnya terdapat pada Chlamydomonas.
• Golongan alga hijau bersel banyak bentuk benang dan belum memiliki alat perkawianan, perkembagbiakan vegetatifnya dengan fragmentasi thallusnya. Perkembangbiakan generatifnya dengan kojugasi pula atau plasmogami (kawin plasma sel).
• Golongan Chlorophyceae bersel banyak yang sudah memiliki alat kelamin jantan (anteridium) dan alat kelamin betina (oogonium), pembiakan generatifnya/seksualnya dengan oogami (pembuahan sel telur oleh spermatozoid); terdapat pada alga Oedogonium. Bila anteridium dan Oogonium terpisah pada thallus , maka disebut hoothallus. Bila sebaliknya, yaitu bila anteridium dan oogonium tyang berbeda, dinamakan heterothallus.

Habitat
Chlorophyta banyak hidup di perairan tawar, laut, dan tempat-tempat lembab, bahkan banyak yang membentuk simbiosis dengan tumbuhan lain (Lichenes). Yang hidup di perairan sebagai fitoplankton, penting artinya dalam perikanan.

Contoh Alga hijau:

- Alga hijau bersel satu tidak bergerak, contoh: Cloroccocum dan Chlorella.
- Alga hijau bersel satu bergerak, contoh: Chlamidomonas dan Euglena.
- Alga hijau berkoloni yang bergerak, contoh: Volvox.
- Alga hijau berkoloni tidak bergerak, contoh: Hydrodictyon.
- Alga hijau berbentuk benang/filamen, contoh: Spirogya dan Oedogonium.
- Alga hijau berbentuk lembaran, contoh: Ulva dan Chara.

 Alga keemasan (Chrysopyta)
Alga ini di kenal dengan nama alga keemasan, karena memiliki pigmen kuning-keemasan (Chrysos). Alga ini tidak memiliki pirenoid dan kloropasnya kecil-kecil. Beberapa jenis ini memiliki dinding sel dari silikat adalah minyak atau lemak dan sedikit pati.
Ciri-ciri;

• Uniseluler, multiseluler berupa koloni atau filament
• Kandungan pigmen karotin dan xantofil lebih banyar dibanding klorofil sehingga bewarna keemasan
• Bersifat eukariotik
• Kloroplas berbentuk cakram, pita, atau oval
• Habitat di air tawar, laut, dan tempat lembap
• Reproduksi secara vegetatif (aseksual) dengan membelah diri;dan generatif (seksual) dengan peleburan gamet.

Contoh Alga keemasan:

- Alga keemasan bersel satu, contoh: Ochromonas dan Navicula sp
- Alga keemasan berbentuk berkas, contoh: Vaucheria

 Alga Coklat (Phaeopyata)

Ciri-ciri;
• Umumnya makroskopis
• Bersifat eukariotik
• Pigmen xantofil lebih dominan dari pada pigmen lain sehingga bewarna kecoklatan
• Berbentuk lembaran atau benang
• Mempunyai gelembung-gelembung udara yang berfungsi sebagai pelampung
• Hampir semua alga coklat hidup di laut terutama laut dingin
• Reproduksi secara vegetatif dengan fragmentasi dan spora(aplanospora dan zoospora) dan secara generatif dengan isogami, oogami, dan anisogami.
Perkembangbiakan
Perkembangbiakan generative alga coklat ini hamper serupa dengan tumbuhan tinggi. Pada ujung atau ketiak cabang dibentuk reseptakel, yaitu badan yang mengandungalat pembiakan. Di dalam eseptakel terdapat konseptakel berisi gamet, berupa sel telur atau spermatozoid. Bila dalam satu konseptakel terdapat sel teur atau spermatozoid, maka disebut homothallus. Semua Phaeophyceae, kecuali Fucales bentuk pergiliran turunannya.
Bentuk gametofit dan sporofitnya dapat serupa (isomorf) dan dapat berbeda (heteromorf).
Contoh alga coklat:
- Fucus vesiculosus,
- Sargasum siliquosum,
- Turbinaria australis, dll

 Alga Merah (Rhodopyta)

Ciri-ciri;

• Bersifat eukariotik
• Multiselluler
• Berukuran makroskopis
• Pigmen fikoeritrin lebih dominan dibanding pigmen lain
• Hidup di air twar, laut dan air payau
• Reproduksi secara vegetatif dengan spora dan secara generatif dengan oogami dan pembuahan sel kelamin betina dan sel kelamin jantan (spermatium)

Perkembangbiakan
Perkembangbiakan vegetative dengan dengan aplanospora (spora tak bergerak) dan fragmentasi thallusnya. Pembiakan generatifnya dengan pembuahan sel telur di dalam karpogonium oleh spermatium. Spora-sora yang dihasilkan menghasilkan alga jantan dan alga betina. Baik spora maupun gametnya tidak mempunyai flagel. Pembuahan sel telur oleh spermatium dibantu oleh air. Karpognium biasanya dibentuk di ujung-ujung cabang lain dari cabag thallus yang ada anteridium.
Macam-macam aplanospora yang terjadi pada Rhodophyta;
- Monospora berasal dari sporangium yang menghasilkan 1 spora,
- Biospora berasal dari sporangium yang menghasilkan 2 spora,
- Tetraspora berasal dari sporangium yang menghasilkan 4 spora,
- Polispora berasal dari sporangium yang menghasilkan banyak spora berupa kelipatan 4,
- Spora netral, ialah spora yang tidak dibentuk dalam sporangium, melainkan terjadi dari perubahan sel vegetative.

Pergiliran keturunan dari Rhodophyta adalah ;
Daur hidupnya ada yang berfase dua dan ada pula yang berfase tiga. Karposprofit berupa filament-filamen yang tidak terlepas dari gametofitnya. Karposporanya disebarkan melalui aliran air dan tumbuh menjadi tetrasporofit yang berupa satu thallus yang bebas. Bentuk gametofit dengan tetrasporofit dalam keadaan steril adalah sulit dibedakan. Adanya kelompok sporangium kerap kali membentuk tubuh buah.
Contoh Alga Merah:
- Euchema Spinosum,
- Gracilaria, dan
- Gelidium.

 Alga Api / Pyrropyta ( Dinoflagellata )
Alga api atau dinoflagellata adalah suatu kelompok besar fitoplankton perairan berflagella. Kebanyakan dinoflagellata menghuni lautan, walaupun juga ada yang menempati perairan tawar. Populasi mereka terbagi bergantung pada suhu, kadar garam dan kedalaman laut. contohnya Noctiluca milliaris yang dapat mengeluarkan sinar.
 Alga prokariotik
Alga biru-hijau kini dimasukkan sebagai bakteri sehingga dinamakan Cyanobacteria ("bakteri biru-hijau", dulu disebut Cyanophyceae, "alga biru-hijau") Dengan demikian, sebutan "alga" menjadi tidak valid. Cyanobacteria memiliki struktur sel prokariotik seperti halnya bakteri, namun mampu melakukan fotosintesis langsung karena memiliki klorofil. Sebelumnya, alga ini bersama bakteri masuk ke dalam kerajaan Monera. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya diketahui bahwa ia lebih banyak memiliki karakteristik bakteri sehingga dimasukkan ke dalam kelompok bakteri benar (Eubacteria). Sebagai tambahan, beberapa kelompok organisme yang sebelumnya dimasukkan sebagai bakteri, sekarang malah dipisahkan menjadi kerajaan tersendiri, Archaea.
 Euglenopyta

Euglenopyta atau alga berflagel adalah organisme bersel satu yang menyerupai hewan yang tak berdinding sel dan dapat bergerk bebas karena alat gerak berupa bulu cambut atau flagel. Euglenopyta memiliki klorofil sehingga dapat berfotosintesis. hidup di air tawar, dalam tanah, dan tempat yang lembab. bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan sel. contoh: Euglena viridis.

 Peranan Alga Bagi Kehidupan Manusia
Banyak golongan alga yang memiliki nilai ekonomi atau bersifat komersial, seperti menghasilkan ;
 Bahan agar-agar seperti Euchema, Rhodymenia, dan Gracilaria.
 Bahan industry seperti
• Laminaria mengandung asam alginate yang di pakai sebagai bahan pengemulsi zat, pembuatan cat, karet, dan obat-obatan kosmetik. Contoh lain Sargassum.
• Diatomae mengandung asam kersik yang berguna untuk pembuatan pasta gigi.
 Sebagai fitoplankton
Alga merupakan vegetasi perintis, karena ia organism tingkat rendah yang mampu berfotosintesis, sebagai produsen dalam ekosistem. Tanpa produsen kehidupan organisme tidak akan jalan.
 Bahan kultur laboratorium;
Medium agar untuk perkembangbiakan bakteri dan jamur untuk mendapatkan anti biotik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar